Olahan Si Telang sebagai Pewarna Alami dan Solusi Gaya Hidup Sehat
SMA NEGERI 3 WAINGAPU
Inovasi Lingkungan Bersih Indah Aman Ramah (2026)

CATATAN OPERASIONAL SEKOLAH
Dokumen operasional penguatan pembelajaran, kewirausahaan, kesehatan, kearifan lokal, dan keberlanjutan
KATA PENGANTAR
Buku Saku dan Petunjuk Teknis (Juknis) OSITEL SMANTIG INOLINK BERSINAR disusun sebagai panduan praktis agar inovasi Olahan Si Telang dapat dilaksanakan secara konsisten, aman, kolaboratif, dan berkelanjutan di SMA Negeri 3
Waingapu. Dokumen ini mengoperasionalkan gagasan OSITEL menjadi alur kerja yang mudah dipahami oleh murid, guru, tenaga kependidikan, tim produksi, dan mitra.
Buku ini berpijak pada portofolio OSITEL yang menempatkan keterbatasan lahan gersang dan berbatu seluas 5.670 m² sebagai konteks inovasi, mengintegrasikan PjBL kewirausahaan dengan P5 pada tema kearifan lokal, kewirausahaan, dan gaya hidup berkelanjutan.
Dokumen ini bersifat panduan operasional sekolah. Untuk aspek keamanan pangan, izin edar, halal, HKI, dan klaim kesehatan, pelaksana wajib mengikuti ketentuan resmi yang berlaku dan arahan instansi berwenang; juknis ini tidak menggantikan persyaratan sertifikasi.
DAFTAR ISI
Bagian A — Buku Saku OSITEL
1. Identitas dan Konsep Inti
2. Nilai, Tujuan, dan Sasaran
3. Ekosistem Peran
4. Alur Cepat OSITEL
5. Kartu Praktik Aman dan Higienis
6. Portofolio Produk dan Pembelajaran
7. Monitoring, Refleksi, dan Publikasi
Bagian B — Petunjuk Teknis (Juknis)
1. Ketentuan Umum
2. Organisasi Pelaksana
3. SOP Budidaya Telang
4. SOP Bahan Baku dan Higienitas
5. SOP Pengembangan Produk
6. SOP Produksi dan Pengemasan
7. SOP Keuangan dan Kewirausahaan
8. SOP Pembelajaran PjBL
9. SOP Pameran, Penyambutan, dan Publikasi
10. Monitoring, Evaluasi, Risiko, dan Keberlanjutan
11. Formulir Operasional
12. Penutup
BAGIAN A — BUKU SAKU OSITEL
1. Identitas dan Konsep Inti
• Nama Program: OSITEL (Olahan Si Telang)
• Tagline: OSITEL SMANTIG INOLINK BERSINAR
• Basis Inovasi: Kearifan lokal, PjBL kewirausahaan, pembelajaran lintas mata pelajaran, gaya hidup berkelanjutan, dan penguatan karakter.
• Gerakan 'One Man, One Telang' / 'One Student One Telang', di mana setiap kelas/siswa menanam dan merawat pohon bunga telang sebagai laboratorium alam lintas mata pelajaran.
2. Nilai, Tujuan, dan Sasaran
• Karakter & Kemandirian: Mandiri dan bernalar kritis melalui pengujian bahan baku, pengembangan produk, dan perhitungan efisiensi modal.
• Gotong Royong: Gotong royong dan transparansi melalui kerja tim, pencatatan keuangan, dan pembagian hasil yang adil sesuai kebijakan sekolah.
• Kreativitas & Komunikasi: Desain produk, pemasaran digital, presentasi, dan umpan balik konsumen.
• Konteks Nyata: Menghubungkan pembelajaran dengan konteks nyata (tanaman telang, pangan lokal, lingkungan, kewirausahaan, dan budaya).
• Dampak Nyata: Portofolio mencatat keterlibatan 847 murid, 60 GTK, serta komite orang tua dengan dampak nyata penurunan konsumsi minuman instan hingga 35% dalam 6 bulan.
3. Ekosistem Peran
|
Aktor |
Peran Utama |
|
Kepala Sekolah |
Penanggung jawab kebijakan, mutu, kemitraan, legalitas, dan keberlanjutan. |
|
Tim Pokja |
Merancang standar, pelatihan, produksi, evaluasi, dan regenerasi. |
|
Guru |
Fasilitator pembelajaran, pembimbing PjBL, asesmen, refleksi, dan keselamatan kerja. |
|
Murid |
Menanam, merawat, meneliti, mengolah, mencatat, memasarkan, dan merefleksikan. |
|
PLK/Tim Produksi
Komite/Orang Tua
Mitra |
Mendukung proses produksi sesuai SOP sekolah dan pembagian tugas. Dukungan sumber daya, jejaring, dan penguatan ekosistem. Penguatan pelatihan, uji mutu, legalitas, riset, promosi, dan replikasi. |
4. Alur Cepat OSITEL
• Tanam → Rawat → Panen → Sortir → Cuci/Bersihkan → Keringkan Sesuai Standar → Formulasi → Uji Internal → Produksi → Kemas & Label → Catat Biaya → Pasarkan → Kumpulkan Umpan Balik → Refleksi → Regenerasi.
5. Kartu Praktik Aman dan Higienis
• Cuci tangan sebelum dan sesudah menangani bahan pangan.
• Gunakan alat bersih, permukaan kerja bersih, dan wadah tertutup.
• Pisahkan bahan mentah, produk setengah jadi, dan produk siap konsumsi.
• Periksa bahan baku; singkirkan bahan yang berjamur, berbau menyimpang, atau rusak.
• Catat tanggal produksi, batch, penanggung jawab, dan hasil pemeriksaan.
• Untuk produk yang diedarkan, ikuti persyaratan keamanan pangan, label, izin edar, halal, dan ketentuan lain yang berlaku.
6. Portofolio Produk dan Pembelajaran Integratif
• Varian Produk: Stick Bunga Telang, Stick Daun Telang, Kopi Telang Kemasan (KOTEL), Sirup Telang, Es Gabus
Telang, Donat, Puding Labu Telang, Nasi Telang, dan Minuman Si Telang.
• Kimia: Perubahan warna/ekstraksi dan pengamatan sifat bahan secara aman.
• Biologi: Anatomi, pertumbuhan, dan pemeliharaan tanaman.
• Ekonomi & PKWU: Biaya, harga, arus kas, pasar, dan nilai tambah.
• TIK & Bahasa: Dokumentasi, desain konten, katalog, pemasaran digital, dan storytelling.
BAGIAN B — PETUNJUK TEKNIS (JUKNIS) OSITEL
1. Ketentuan Umum & Organisasi Pelaksana
Juknis berlaku bagi seluruh pelaksana OSITEL di SMA Negeri 3 Waingapu. Organisasi pelaksana terdiri dari Penanggung Jawab (Kepala Sekolah), Koordinator Pokja, Divisi Budidaya, Divisi Riset & Formula, Divisi Produksi, Divisi Mutu/Higiene, Divisi Keuangan, Divisi Branding & Digital, serta Divisi Dokumentasi & Evaluasi.
2. Ringkasan Standard Operating Procedure (SOP)
SOP Budidaya: Identifikasi titik tanam, penyiapan media (topsoil:kompos:sekam 2:1:1), penyiraman, pemeliharaan ajir, dan pencatatan logbook.
SOP Bahan Baku: Sortasi ketat, pencucian higienis, pengeringan terkontrol, penyimpanan wadah kedap udara berlabel batch.
SOP Pengembangan Produk: Tahapan ide → prototipe → uji sensori terbatas → perbaikan → standardisasi
formula. Dilarang membuat klaim kesehatan berlebihan.
SOP Produksi & Kemasan: Area & personel higienis, pengemasan sesuai karakter produk, pelabelan sesuai ketentuan SPP- IRT/BPOM. penguatan legalitas melalui P-IRT, sertifikasi halal, dan pendaftaran HKI; status aktual setiap produk harus diverifikasi berdasarkan dokumen resmi terbaru sekolah/instansi
3. Tabel Mitigasi Risiko OSITEL
|
Identifikasi Risiko |
Strategi Mitigasi Operasional |
|
Tanaman tidak tumbuh / layu |
Pemilihan titik tanam, jadwal perawatan teratur, pencatatan log, dan penyediaan tanaman pengganti. |
|
Kontaminasi bahan / produk |
Penerapan higiene sanitasi alat/personel, pemisahan bahan mentah & produk jadi, serta inspeksi batch. |
|
Kualitas produk tidak konsisten |
Penerapan formula baku, penggunaan alat ukur presisi, log produksi, dan evaluasi berkala. |
|
Kerugian usaha / kelebihan stok |
Perhitungan HPP cermat, produksi bertahap sesuai permintaan, evaluasi pasar, dan kontrol stok. |
|
Ketergantungan personel |
SOP tertulis lengkap, dokumentasi terpusat, pelatihan berjenjang, dan regenerasi antarkelas. |
SOP Keuangan: Pencatatan modal, HPP, penetapan harga jual, rekap kas masuk-keluar, dan sistem bagi hasil transparan.
SOP Keuangan dan Kewirausahaan
• Catat modal awal dan seluruh pembelian.
• Hitung biaya bahan, kemasan, tenaga/aktivitas yang relevan, dan biaya lain yang disepakati.
• Tetapkan harga berdasarkan biaya dan strategi pasar.
• Catat penjualan per produk/batch.
• Buat rekap kas masuk-keluar dan hasil usaha.
• Gunakan mekanisme bagi hasil sesuai keputusan sekolah yang transparan dan terdokumentasi.
Praktik transparansi keuangan dan pembagian hasil yang adil merupakan bagian dari character building yang disebut dalam portofolio.
SOP Pembelajaran PjBL: Integrasi 6 langkah PjBL (Pertanyaan Pemantik → Perencanaan → Investigasi → Produksi
→ Presentasi → Refleksi).
Langkah 1 — Pertanyaan pemantik: Bagaimana mengubah telang menjadi produk bernilai tambah?
Langkah 2 — Perencanaan: tim, target, alat, bahan, jadwal, risiko. Langkah 3 — Investigasi: budidaya, sains bahan, resep, pasar. Langkah 4 — Produksi: prototipe sampai produk.
Langkah 5 — Presentasi: pitch, pameran, digital content.
Langkah 6 — Refleksi: data, umpan balik, perbaikan, dan rencana regenerasi.
Asesmen mencakup proses, produk, kolaborasi, kreativitas, nalar kritis, komunikasi, kemandirian, dan refleksi.
9. SOP Pameran, Penyambutan, dan Publikasi
Produk OSITEL dapat menjadi bag
ian dari penyambutan tamu sekolah dan diplomasi kearifan lokal. Portofolio menyebut minuman Si Telang sebagai sajian bagi tamu dan posisi produk OSITEL sebagai menu penyambutan tamu daerah, nasional, hingga wisatawan mancanegara.
• Pastikan produk yang disajikan aman dan layak konsumsi.
• Sediakan informasi bahan dan peringatan alergi bila relevan.
• Gunakan narasi budaya dan pendidikan, bukan klaim kesehatan berlebihan.
• Dokumentasikan kegiatan dengan persetujuan dan etika publikasi sekolah.
• Arsipkan foto, video, berita, dan capaian sebagai portofolio.
4. Template Formulir Operasional
|
TANGGAL 10/02/2026 |
KODE BATCH KTL-001 |
NAMA PRODUK Kopi Telang |
JUMLAH HASIL 50 Pouch |
STATUS QC LULUS |
PETUGAS Tim Pokja A |
|
|
|
(KOTEL) |
|
|
|
|
12/02/2026 |
STK-004 |
Stick Bunga Telang |
100 Pack |
LULUS |
Tim Pokja B |
|
15/02/2026 |
SRP-002 |
Sirup Si Telang |
30 Botol |
LULUS |
Tim Pokja C |
5. Monitoring, Evaluasi, Refleksi dan Keberlanjutan
|
Risiko |
Mitigasi |
|
Tanaman tidak tumbuh/layu |
Pemilihan titik tanam, jadwal perawatan, pencatatan, dan tanaman pengganti. |
|
Kontaminasi bahan/produk |
Higiene, sanitasi alat, pemisahan bahan, inspeksi, dan pencatatan batch. |
|
Produk tidak konsisten |
Formula baku, takaran, log produksi, dan evaluasi. |
|
Kerugian usaha |
Perhitungan biaya, produksi bertahap, evaluasi pasar, dan kontrol stok. |
|
Ketergantungan pada personel tertentu |
SOP, dokumentasi, pelatihan berjenjang, dan regenerasi antarkelas. |
|
Klaim produk berlebihan verifikasi klaim dan label |
Gunakan bukti yang tersedia; verifikasi klaim dan label melalui pihak berwenang. |
6. FORMULIR OPERASIONAL
A. Log Budidaya
Tanggal | Kelas/Tim | Jumlah tanaman | Kondisi | Perawatan | Catatan
B. Penerimaan Bahan
Tanggal | Bahan | Sumber | Jumlah | Kondisi | Lulus/Tidak | Petugas
C. Log Produksi
Tanggal | produk | Batch | Formula | Jumlah jadi | Hasil pemeriksaan | Petugas
D. Kas OSITEL
Tanggal | Uraian | Kas masuk | Kas keluar | Saldo | Bukti
E. Umpan Balik
Tanggal | Produk | Aspek rasa/tampilan/kemasan | Saran | Tindak lanjut
F. Refleksi PjBL
Masalah | Bukti/data | Solusi | Peran saya | Pembelajaran | Rencana perbaikan
PENUTUP
OSITEL SMANTIG INOLINK BERSINAR diarahkan menjadi ekosistem belajar yang hidup: dari tanaman menjadi bahan belajar, dari bahan belajar menjadi produk, dari produk menjadi pengalaman kewirausahaan, dan dari pengalaman menjadi karakter serta budaya sekolah yang berkelanjutan. OSITEL SMANTIG INOLINK BERSINAR menegaskan bahwa inovasi ini lahir dari keterbatasan lahan dan diarahkan untuk mendukung kesehatan, pendidikan berkualitas, serta produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini